Untuk menghindari hal tersebut, diharapkan setiap masyarakat memiliki hasil panenan sendiri yang bisa di gunakan untuk bahan makanan sendiri pula. Karena tidak semua warga memiliki lahan pertanian, maka teknik atau metode penanam tumbuhan secara hidroponik lebih di sarankan.
Metode penanaman secara hidroponik ini merupakan metode penanaman tumbuhan yang menggunakan media unsur air sebagai pengganti unsur hara. Berbagai tanaman dapat dibudidayakan secara hidroponik, dan salah satu yang paling mudah perawatannya adalah wortel.
Wortel hidroponik
- Persiapan awal
- Penyemaian
Tanamkan bibit wortel pada media tersebut, agar cepat memunculkan daun dan batang, bibit wortel harus sering-sering di semprot dengan nutrisi.
Pembibitan wortel ini di lakukan hingga umbi wortel menjadi kuat dan daun serta batangnya pun cukup kuat.
- Penanam
Media tanam wortel hidroponik sendiri antara lain adalah pipa air yang di beri lubang di satu sisinya (atas), dan pada kedua ujung pipa tersebut di tutup.
Jika kedua ujung pipa sudah tertutup rapat, kemudian letakkan arang sekam (padi kering yang di bakar) pada pipa tersebut. Untuk hasil terbaik sebaiknya sebelum wortel di tanamkan, media tanam harus dalam keadaan lembab.
Langkah berikutnya adalah dengan menanamkan bibit wortel yang telah di semai tadi.
- Perawatan
baca juga cara menanam tomat hidroponik
Jika anda tidak memiliki alat ini, maka proses penyiraman atau pemberian nutrisi di berikan dengan cara tetes. Pembuatan nutrisi wortel hidroponik sendiri bisa di lakukan sendiri, yaitu dengan menfermentasikan kotoran kambing, jerami, bekatul, arang sekam, daun sirsak halus, gula pasir, daun lamtoro halus, bio aktivator, dan air bersih selama 1 bulan.
Dari endapan bahan-bahan tersebut ambil airnya saja, kemudian campurkan dengan air bersih dengan perbandingan 1:10. Setelah itu gunakan untuk menutrisi wortel.
Selamat mencoba cara menanam wortel secara sistem hidroponik.